Incinerator – Mesin Pembakar Limbah Di Kapal

Beberapa Masalah yang biasa terjadi pada Incinerator di Kapal

sludge-and-waste-incinerators-for-ship

Incinerator adalah mesin pembakar limbah padat dan cair yang dihasilkan oleh kapal selama beroperasi di laut, yang dapat mengurangi jumlah limbah keseluruhan di kapal dan mengurangi biaya pembuangan limbah. Incinerator adalah salah satu peralatan penting MARPOL sehingga alat ini membutuhkan perawatan/maintenance yang tepat dalam pengoperasian nya.

Jika dalam pengoperasiannya salah atau kurangnya pemeliharaan, tentu dapat mengurangi efisiensi keseluruhan pada incinerator dan bisa saja kurasakan atau menyebabkan kecelakaan serius

mesin incinerator

Di artikel ini loker pelaut mau share beberapa masalah yang biasa terjadi di incinerator dan bagaimana cara pencegahannya, di sini saya pake istilah aslinya aza…soalnya kalo di terjemahkan jadi lucu bacanya.

Flame Failure Alarm

Salah satu hal pertama yang perlu dilakukan ketika timbul alarm ini, tindakan yang perlu di lakukukan adalah segera periksa sensor untuk pembakaran/penyalaan, karena jika sensor ini kotor mengakibatkan  alarm ini berbunyi. Dalam kasus seperti ini keluarkan/lepas dan bersihkan sensor tersebut kemudian pasang kembali. Tindakan ini akan memecahkan masalah tersebut (Jika sensor yang rusak, ganti dengan yang baru).

Beberapa alasan lain untuk Flame Failure Alarm adalah:

  • Dirty Burner
  • Ignition failure
  • Blocked diesel oil nozzle
  • Defective flame sensor
  • Defective solenoid valve
  • Incorrect opening of air damper
  • Clogged fuel line filter

Dalam kasus Dirty Burner, engineer harus membersihkan burner’s flame scrod dan blast tube. Jika tindakan ini tidak memecahkan masalah, periksa elektroda pada busi (mungkin kotor, terlalu renggang/jauh jaraknya, rusak) yang dapat menjadi alasan untuk gagal nya pengapian/ignition failure. Bersihkan dan ganti dengan  yang baru jika tidak bisa di perbaiki.

Jika nozel bahan bakar yang mampat (Blocked diesel oil nozzle) ganti dengan yang bersih. Begitu juga bila sebuah solenoid valve rusak, ini juga dapat menyebabkan alarm. Jika  hal yang sama ditemukan, ganti solenoid valve / coil.

Check  air damper(bukanya kebesaran atau kekecilan),kalo tidak pas pembukaan nya bisa menyebabkan jumlah udara yang masuk ruang pembakaran ga sesuai sehingga mengakibatkan kegagalan pengapian. Periksa pembukaan dan penutupan pengatur udara untuk memecahkan masalah ini. Terakhir check fuel filter, bersihkan jika kotor kalo perlu ganti dengan yang baru

2. Alarm Suhu Gas Buang Tinggi/High Flue Gas Temperature Alarm.

 

credit:marineinsight

credit:marineinsight

 

Ada dapat beberapa alasan kenapa timbul alarm suhu gas buang tinggi dan yang paling umum adalah rusaknya sensor temperatur/suhu.

Beberapa alasan lain untuk alarm ini adalah:

  • Blocked air cooling inlet
  • Faulty inverter and transmitter
  • Leaking or defective solenoid valve
  • Leaking dosing pump stator
  • Defective pressure control
  • Clogged cooling panel slot
  • Throttling brick fallen out

Rangkaian Inverter dan transmitter rusak ,  input harus selalu diperiksa dan input harus disesuaikan sesuai kebutuhan. Kontrol tekanan(pressure control) dan katup (solenoid valve)harus diperiksa secara berkala .

3. High Combustion Chamber Temperature Alarm

Alasan utama kenapa timbul nya alarm ini (suhu ruang pembakaran tinggi) adalah

Sensor alarm rusak

  • Limbah padat di dalam insinerator lebih dalam kuantitas
  • Kondisi refraktori sedikit

Tinggi suhu ruang pembakaran juga dapat terjadi jika outlet nya mampet karena kotoran dsb nya atau bisa juga tempat pembakaran tertutup.

4. Sludge Oil Leaking

Sludge oil bocor biasa terjadi di sudut bagian bawah dari ruang pembakaran. Beberapa alasan utama untuk bocor ini adalah:

  • Improper opening of oil burner air damper
  • Very low under-pressure
  • Closed Atomizing valve
  • Incorrect valves in Programmable logic controller (PLC)
  • Blocked sludge nozzle atomizing slot

Pastikan lobang atomisasi terbuka 3/4 untuk 1 putaran penuh dan katup dalam PLC diatur sesuai dengan yang tertulis dalam manual. Periksa  fungsi under pressure kontrol, dalam  jika tekanan  terlalu rendah.

Jika pengatur udara/air damper tidak bekerja dengan benar, periksa apakah bisa  membuka dan menutup , pastikan juga untuk membuka dan membersihkan lobang nozzle pengabutan,  jika mampat oleh kotoran.

5. Cracks in Refractory of Combustion Chamber

Alasan utama kenapa bisa timbul keretakan di ruang bakar, adalah akibat perubahan suhu yang cepat, kasus ini disebabkan karena mengisi air ke dalam sludge tank pada saat mesin beroperasi pada suhu tinggi, untuk itu harus selalu diperhatikan agar tidak mengisi sludge tank ketika sludge sedang dibakar.

Getaran mesin juga merupakan alasan utama untuk masalah ini, sehingga plat pondasi, bahan, pendukung lainnya  yang memadai harus kuat untuk mencegah hal ini terjadi.

Kebocoran dari gasket/packing pintu  juga dapat menyebabkan masalah ini. Perbaiki dan ganti gasket bila diperlukan.

6. Draft Failure/ Low Pressure Alarm

Salah satu hal utama untuk memeriksa untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan draft failure/low pressure alarm adalah rusaknya low pressure sensor. Selain itu ada beberapa alasan lain untuk masalah ini seperti:

  • Damaged door gasket(Gasket pintu Rusak)
  • Broken fan belt(fan belt rusak)
  • Wrong rotation of fan direction( salah arah putaran fan)
  • Failure in opening of flue gas damper (gagal pada pembukaan)
  • Leakage in sensor tube(tabung sensor bocor)

Untuk itu selalu pastikan  tali kipas dan gasket pintu, diperiksa secara berkala. Kipas yang rusak, pengatur gas buang dan tabung sensor juga harus diperiksa dan diperbaiki sesuai kebutuhan.

7. Mechanical Seal Sludge Pump Bocor

Untuk mencegah bocornya mechanical seal, perlu dicatat bahwa pompa lumpur/sludge pump tidak boleh jalan dalam keaadan kering untuk periode waktu yang lama. jika ada ada kerak2 atau puing yang ada di lumpur, bisa merusak mechanical seal, stop sementara dengan menyiram dan membersihkan filter atau jalur pipanya.

8. D.O. Pump Shaft End Bocor

Alasan utama penyebab masalah ini adalah tertutup/macet nya return valve. Buka return valve atau bersihkan kotoran yang membuat nya mampat. Mengganti shaft seal jika diperlukan.

Itulah beberapa kasus  yang biasa terjadi pada insinerator kapal, sehingga di butuhkan pemeliharaan dan pengecekan secara rutin untuk kelancaran operasional yang aman,  istilah yang ada pada tiap pabrikan bisa saja berbeda satu sama lain nya, tapi istilah diatas adalah istilah umum jadi bisa sebagai rujukan karena cara keja incinerator umumnya sama…semoga bermanfaat, kalo masih kurang bisa di tambahkan…

Comments

comments

loading...

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home3/baduy24/public_html/wp-content/plugins/wp-socializer/services/social_buttons.php on line 76