7 Tekhnologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Mengurangi emisi dari konsumsi bahan bakar dan karbon adalah dua keprihatinan utama industri perkapalan saat ini. Banyak yang telah dilakukan dalam hal penelitian dan pengembangan untuk membuat kapal yang ramah lingkungan. Berbagai alternatif sumber energi untuk merancang dan memodifikasi, terus menerus di lakukan untuk menghasilkan angkutan laut yang ramah lingkungan dan irit konsumsi bahan bakar.

Di bawah ini beberapa technologi yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi emisi gas karbon telah di coba dan di terapkan pada beberapa kapal, untuk jelasnya silahkan simak, kalo ada kekurangan nya moggo di tambahkan…semoga bermanfaat.

1. Air Lubrication/Pelumasan Udara

PowerPoint Presentation

PowerPoint Presentation

Sistem Pelumasan Udara adalah metode untuk mengurangi gesekan antara lambung kapal dan air laut dengan menggunakan gelembung udara. Juga dikenal sebagai “Bubble teknologi”, prinsip kerjanya adalah mendribusikan udara di bawah kapal sehingga tercipta lapisan gelembung kecil yang akan membantu mengurangi gesekan antara lambung kapal dan permukaan air laut.

Distribusi gelembung udara di permukaan lambung mengurangi besarnya hambatan pada lambung kapal, menciptakan efek hemat energi. Dengan desain kapal lambung yang tepat, sistem pelumasan udara diperkirakan mencapai hingga 10-15% pengurangan emisi CO2, bersamaan dengan penghematan yang signifikan dari bahan bakar.

air-lubrication-system

Silverstream Technologies telah meng instal sistem pelumasan udara mereka yaitu- Silverstream Sistem pada kapal Norwegia Cruise Line. Ini adalah instalasi komersial pertama untuk meningkatkan efisiensi operasional dan lingkungan sebagai sarana untuk mengurangi emisi karbon, biaya bahan bakar, dan meningkatkan kelancaran bisnis mereka.

The Silverstream Sistem menghasilkan lapisan tipis gelembung mikro yang menciptakan single ‘karpet udara’ di sepanjang lambung kapal. Hal ini akan mengurangi gaya gesekan antara air dan lambung dan meningkatkan efisiensi operasional kapal, mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi yang terkandung. Teknologi ini dapat ditambahkan dengan membuat desain baru, atau dipasang pada kapal yang ada hanya dalam 14 hari.

2. Fuel Saving Propeller Attachment

Hyundai Heavy Industries (HHI) telah menggunakan perangkat hemat energi yang disebut Hi-FIN yang dipasang di hub baling-baling kapal, yang dapat mengimbangi putaran yang dihasilkan oleh baling-baling, dan dengan demikian meningkatkan efisiensi propulsi nya.

Berdasarkan hasil pengetesan sepanjang tahun dari perangkat hemat energi yang telah diinstal pada tanker LNG 162.000 m3, HHI mendapati bahwa Hi-FIN dapat menghemat hingga 2,5% dari konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan jenis yang sama dari kapal tanpa Hi-FIN. Jika rasio penghematan bahan bakar dihitung atas dasar sebuah containership 8.600 TEU, pemilik atau operator containership dapat menghemat sekitar $ 750.000 per tahun atau $ 19.000.000 selama 25 tahun, atau selama umur kapal.

hi-FIN

Samapai saat ini HHI telah mendapatkan pesanan Hi-FIN lebih dari 30 kapal.

3. Onboard DC Grid System

El_propulsion_Onboard+DC+Grid_New+system

Onboard sistem DC Grid diperkenalkan oleh ABB untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar kapal kapal mereka, mengurangi kebisingan dan dampak lingkungan. Sistem ini memungkinkan mesin untuk berjalan pada kecepatan variabel dengan efisiensi bahan bakar pada setiap tingkat beban yang telah diidentifikasi agar dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak tertentu hingga 27 persen, menurut pengukuran dan tes, yang dilakukan oleh Pon Power yang bekerja sama dengan ABB pada Myklebusthaug offshore platform supply vessel Dina Star.

4. Low Loss Hybrid Energy System

Low Loss Hybrid (LLH) Sistem buatan Wartsila adalah sebuah teknologi inovatif yang memanfaatkan sumber daya yang berbeda yang di kombinasikan dengan perangkat penyimpanan energi untuk mengoperasikan penggerak utama yang paling mendekati kinerja optimal dari mesin.

Fitur utama dari sistem ini adalah kemampuannya untuk mengurangi beban mesin, yang menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat dan emisi bertambah. Sistem Wartsila LLH terintegrasi dengan unit kontrol inverter yang terhubung dengan conventional power management system

wartsila

Selanjutnya, dengan menaikan redundansi daya( power redundancy ), sistem ini memungkinkan mesin untuk beroperasi lebih mendekati desain optimalnya pada kinerja efisiensi tertinggi dan mengurangi emisinya. sistem ini Mengurangi pemeliharaan dan peningkatan kinerja sistem melalui respon yang cepat. Keseluruhan sistem kontrol hybrid adalah elemen utama dalam seluruh kontrol yang menstabilkan sistem listrik kapal dan aliran energi nya.

Selain penghematan bahan bakar hingga 15 persen per tahun, yang tergantung pada jenis dan konfigurasi profil mesin kapal dan misinya, LLH memastikan pengurangan substansial emisi gas buang. Bersambung.(sumber : marineinsight.com)

Comments

comments

loading...

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home3/baduy24/public_html/wp-content/plugins/wp-socializer/services/social_buttons.php on line 76